Ketika Anak Tantrum di Tempat Umum: Cerita Memalukan tapi Menguatkan

Spread the love

Pengalaman menghadapi anak tantrum di tempat umum sebenarnya bisa dialami oleh setiap orang tua. Jika ada orang tua yang memberitahukan bahwa anaknya tidak pernah tantrum di depan umum, maka bisa jadi dia berada dalam kondisi tak cukup sering berada di tempat umum. Setiap balita atau anak pasti pernah mengalaminya karena tantrum merupakan sebuah periode tumbuh kembang yang normal dari emosionalnya.

Cara Efektif Hadapi Anak Tantrum di Depan Umum

Siang yang terik itu, aku memutuskan untuk berbelanja kebutuhan rumah di minimarket terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah bersama anak-anak. Setelah mendapatkan semua yang kubutuhkan, akupun menuju kasir untuk membayar semua belanjaan. Saat antre, anakku melihat sebuah snack favoritnya berbentuk telur berisi hadiah mainan, dia langsung meminta padaku untuk membelinya. Aku bilang, “Nanti ya”, namun itulah awal mulanya.

Tiba-tiba anakku menangis keras dan memilih duduk di lantai sambil berteriak-teriak keras. Orang-orang di sekitar langsung melihat ke arah kami, beberapa diantaranya berbisik pelan. Ada yang melihat kami dengan iba, namun ada juga yang melihat dengan tatapan yang seolah penuh dengan penghakiman, “Mengapa ibunya tak bisa mengendalikan anaknya?”

Banyak orang tua yang merasa kesulitan saat menghadapi anak tantrum di tempat umum karena mereka merasa ada tatapan dan penghakiman dari orang lain tentang anak dan pola asuh yang diterapkan. Bahwa akan ada pertanyaan tentang bagaimana caranya mengendalikan anak, kenapa anaknya bisa mengamuk di tempat umum dan lain sebagainya.

Beberapa orang tua, tantrum adalah sebuah ekspresi anak-anak untuk memperlihatkan ketidaksukaannya atau cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tantrum bisa terjadi pada saat anak merasa lelah, lapar, bingung hingga tak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya khususnya jika terjadi pada fase terrible two. Anak belum mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan kata-kata sehingga tubuhnyalah yang menyampaikan namun dengan caranya sendiri.

Beberapa orang tua lainnya, mengartikan anak tantrum di tempat umum seringkali menjadi senjata yang digunakan anak untuk membuat orang tua mau menuruti apa yang menjadi kemauannya. Biasanya hal tersebut bisa terjadi ketika setiap anak tantrum, orang tua akan langsung menuruti dan memberikan apa yang diinginkannya. Maka untuk mengatasinya tentu perlu ketegasan dari orang tua untuk tidak menuruti apa yang diinginkan anak sehingga mereka pun tak akan menjadikannya sebagai senjata lagi untuk memanipulasi orang tua.

Apa saja cara efektif untuk mengatasi anak tantrum di tempat umum? Berikut ulasan singkatnya, dihimpun dari berbagai pengalaman parenting.

Biarkan anak melampiaskan emosi

Ketika anak tantrum, sebaiknya segera bawa ke tempat dan biarkan untuk beberapa saat hingga dia mulai terlihat lelah karena menangis serta berteriak-teriak. Meski kondisi tersebut sangat tak nyaman untuk orang tua dan lingkungan sekitar, namun percayalah hal tersebut sangat sering terjadi di tempat umum. Mereka yang bisa memakluminya adalah orang tua yang tahu apa yang menjadi kebutuhan anak tantrum di tempat umum.

Tantrum bisa membantu anak untuk bisa melepaskan emosi yang dimilikinya dengan cara yang tak merusak apa pun di sekitarnya. Anak-anak akan terbantu untuk bisa mengeluarkan apa yang menjadi uneg-uneg di dalam hatinya, membantu pemulihan dirinya sekaligus mendapatkan kendali dirinya sendiri melalui upayanya sendiri.

Orang tua perlu menghindari cara menghadapi tantrum dengan reaksi berlebih seperti memarahi anak, membentak-bentak dan meninggalkan anaknya di depan umum karena bisa membuat tantrumnya semakin parah.

Pahami apa yang dirasakan anak

Jangan pernah menganggap sepele apa yang dirasakan oleh anak karena itu bisa membuatnya merasa tidak dihargai oleh orangtuanya sendiri. Sebaiknya pahami apa yang sedang dirasakan oleh anak, misalnya anak tak menyukai acara yang sedang dihadirinya bersama orang tua maka beritahukan bahwa acara tersebut akan segera selesai dan Anda memahami apa yang dirasakannya.

Ketika anak menginginkan sesuatu, maka beritahukan bahwa Anda mengetahui apa yang dia inginkan tapi tak bisa memilikinya sekarang, berikan pilihan lainnya untuk mengalihkan perhatiannya sementara.

Hal terpenting dalam cara ini adalah untuk bisa memahami apa yang anak rasakan dan inginkan serta menghargai manajemen emosi anak. Buat anak merasa aman dan disayangi di mana pun mereka berada.

Berikan pelukan pada anak

Tahukah Anda bahwa pelukan akan dengan segera meredakan emosi yang sedang dirasakan oleh anak? Anda bisa langsung memeluk anak dengan erat namun penuh ketegasan, ucapkan Anda memahaminya sembari mengusap punggungnya dengan lembut. Pelukan akan membuat anak merasa aman dan mengetahui bahwa orang tuanya memiliki kepedulian tinggi pada apa yang sedang dirasakannya.

Buat aturan dan persiapan

Sebelum Anda pergi ke sebuah tempat umum bersama anak-anak, terlebih dahulu membuat aturan dan persiapan. Buat aturan sekaligus persiapan untuk anak bisa menjaga sikapnya ketika sedang berada di tempat umum sehingga bisa mencegah tantrum di tempat umum. Misalnya, ketika pergi ke tempat umum untuk belanja kebutuhan rumah maka hanya ada satu snack yang diperbolehkan untuk dibeli selebihnya tidak.

Dengan cara tersebut akan memberitahukan pada anak untuk mengetahui apa yang menjadi batasan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Anak akan tahu bahwa dia hanya diperbolehkan membeli satu macam snack saja, bukan diperbolehkan membeli es krim atau mainan yang diinginkannya.

Itulah beberapa cara efektif yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak tantrum di tempat umum. Semoga bermanfaat.

Frequently Asked Questions

Apa yang menyebabkan anak tantrum?

Penyebab umum dari amukan dan teriakan (tantrum) pada anak adalah karena mereka merasa lapar, lelah, frustrasi, tak senang, cedera hingga menderita sebuah penyakit. Lakukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dan hindari berteriak serta berdebat di depan anak.

Mengapa anak-anak bisa mengamuk di depan umum?

Mengamuk atau yang dikenal dengan tantrum merupakan hal yang normal terjadi pada tumbuh kembang balita dan anak-anak. Teriakan, tangisan dan tendangan menjadi bagian tumbuh kembang anak yang normal yang memungkinkan anak-anak untuk bisa memberitahukan rasa tidak senang atau frustrasi mereka pada sebuah respons atau peristiwa.

Apakah anak yang tantrum termasuk mempunyai gangguan emosional?

Salah satu gangguan emosional yang paling sering muncul dan dialami anak-anak Adalah luapan emosi yang tak terkendali dan meledak-ledak yang sering dikenal dengan temper tantrum. Biasanya hal tersebut terjadi pada anak yang mempunyai energi berlimpah serta aktif secara fisik.

Bagaimana cara efektif tangani anak yang berteriak di depan umum?

Seringkali orang tua merasa harus bisa tampil beda sehingga melakukan sesuatu yang berbeda ketika anak sedang berteriak di depan umum. Namun perlu diingat bahwa itu hanyalah amukan anak yang hanya terjadi di tempat umum, tangani seperti Anda melakukannya di rumah. Anda bisa menurunkan diri pada level anak, ungkapkan emosi dengan kata-kata lembut, usap punggung mereka atau bisa juga dengan membiarkan mereka menikmati setiap momen tantrum anak.

Apakah boleh memarahi anak di depan umum?

Sebaiknya hindari memarahi anak di depan umum, meski bertujuan untuk mendisiplinkan anak namun hal tersebut bisa membuatnya merasa dipermalukan. Ketika anak merasa dipermalukan di depan umum, maka bisa berdampak buruk pada kesehatan emosional mereka. Ajarkan disiplin dengan cara menjelaskan pada anak-anak dan lakukan komunikasi dengan benar pada anak.