Skip to content
Tianguez

Tianguez

  • Home
  • Cerita
  • Food & Travel
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Contact

Category: Cerita

August 12, 2025August 11, 2025

Ketika Anak Tantrum di Tempat Umum: Cerita Memalukan tapi Menguatkan

Cerita by Maureen0 comments

Pengalaman menghadapi anak tantrum di tempat umum sebenarnya bisa dialami oleh setiap orang tua. Jika ada orang tua yang memberitahukan bahwa anaknya tidak pernah tantrum di depan umum, maka bisa jadi dia berada dalam kondisi tak cukup sering berada di tempat umum. Setiap balita atau anak pasti pernah mengalaminya karena tantrum merupakan sebuah periode tumbuh kembang yang normal dari emosionalnya.

Cara Efektif Hadapi Anak Tantrum di Depan Umum

Siang yang terik itu, aku memutuskan untuk berbelanja kebutuhan rumah di minimarket terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah bersama anak-anak. Setelah mendapatkan semua yang kubutuhkan, akupun menuju kasir untuk membayar semua belanjaan. Saat antre, anakku melihat sebuah snack favoritnya berbentuk telur berisi hadiah mainan, dia langsung meminta padaku untuk membelinya. Aku bilang, “Nanti ya”, namun itulah awal mulanya.

Tiba-tiba anakku menangis keras dan memilih duduk di lantai sambil berteriak-teriak keras. Orang-orang di sekitar langsung melihat ke arah kami, beberapa diantaranya berbisik pelan. Ada yang melihat kami dengan iba, namun ada juga yang melihat dengan tatapan yang seolah penuh dengan penghakiman, “Mengapa ibunya tak bisa mengendalikan anaknya?”

Banyak orang tua yang merasa kesulitan saat menghadapi anak tantrum di tempat umum karena mereka merasa ada tatapan dan penghakiman dari orang lain tentang anak dan pola asuh yang diterapkan. Bahwa akan ada pertanyaan tentang bagaimana caranya mengendalikan anak, kenapa anaknya bisa mengamuk di tempat umum dan lain sebagainya.

Beberapa orang tua, tantrum adalah sebuah ekspresi anak-anak untuk memperlihatkan ketidaksukaannya atau cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tantrum bisa terjadi pada saat anak merasa lelah, lapar, bingung hingga tak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya khususnya jika terjadi pada fase terrible two. Anak belum mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan kata-kata sehingga tubuhnyalah yang menyampaikan namun dengan caranya sendiri.

Beberapa orang tua lainnya, mengartikan anak tantrum di tempat umum seringkali menjadi senjata yang digunakan anak untuk membuat orang tua mau menuruti apa yang menjadi kemauannya. Biasanya hal tersebut bisa terjadi ketika setiap anak tantrum, orang tua akan langsung menuruti dan memberikan apa yang diinginkannya. Maka untuk mengatasinya tentu perlu ketegasan dari orang tua untuk tidak menuruti apa yang diinginkan anak sehingga mereka pun tak akan menjadikannya sebagai senjata lagi untuk memanipulasi orang tua.

Apa saja cara efektif untuk mengatasi anak tantrum di tempat umum? Berikut ulasan singkatnya, dihimpun dari berbagai pengalaman parenting.

Biarkan anak melampiaskan emosi

Ketika anak tantrum, sebaiknya segera bawa ke tempat dan biarkan untuk beberapa saat hingga dia mulai terlihat lelah karena menangis serta berteriak-teriak. Meski kondisi tersebut sangat tak nyaman untuk orang tua dan lingkungan sekitar, namun percayalah hal tersebut sangat sering terjadi di tempat umum. Mereka yang bisa memakluminya adalah orang tua yang tahu apa yang menjadi kebutuhan anak tantrum di tempat umum.

Tantrum bisa membantu anak untuk bisa melepaskan emosi yang dimilikinya dengan cara yang tak merusak apa pun di sekitarnya. Anak-anak akan terbantu untuk bisa mengeluarkan apa yang menjadi uneg-uneg di dalam hatinya, membantu pemulihan dirinya sekaligus mendapatkan kendali dirinya sendiri melalui upayanya sendiri.

Orang tua perlu menghindari cara menghadapi tantrum dengan reaksi berlebih seperti memarahi anak, membentak-bentak dan meninggalkan anaknya di depan umum karena bisa membuat tantrumnya semakin parah.

Pahami apa yang dirasakan anak

Jangan pernah menganggap sepele apa yang dirasakan oleh anak karena itu bisa membuatnya merasa tidak dihargai oleh orangtuanya sendiri. Sebaiknya pahami apa yang sedang dirasakan oleh anak, misalnya anak tak menyukai acara yang sedang dihadirinya bersama orang tua maka beritahukan bahwa acara tersebut akan segera selesai dan Anda memahami apa yang dirasakannya.

Ketika anak menginginkan sesuatu, maka beritahukan bahwa Anda mengetahui apa yang dia inginkan tapi tak bisa memilikinya sekarang, berikan pilihan lainnya untuk mengalihkan perhatiannya sementara.

Hal terpenting dalam cara ini adalah untuk bisa memahami apa yang anak rasakan dan inginkan serta menghargai manajemen emosi anak. Buat anak merasa aman dan disayangi di mana pun mereka berada.

Berikan pelukan pada anak

Tahukah Anda bahwa pelukan akan dengan segera meredakan emosi yang sedang dirasakan oleh anak? Anda bisa langsung memeluk anak dengan erat namun penuh ketegasan, ucapkan Anda memahaminya sembari mengusap punggungnya dengan lembut. Pelukan akan membuat anak merasa aman dan mengetahui bahwa orang tuanya memiliki kepedulian tinggi pada apa yang sedang dirasakannya.

Buat aturan dan persiapan

Sebelum Anda pergi ke sebuah tempat umum bersama anak-anak, terlebih dahulu membuat aturan dan persiapan. Buat aturan sekaligus persiapan untuk anak bisa menjaga sikapnya ketika sedang berada di tempat umum sehingga bisa mencegah tantrum di tempat umum. Misalnya, ketika pergi ke tempat umum untuk belanja kebutuhan rumah maka hanya ada satu snack yang diperbolehkan untuk dibeli selebihnya tidak.

Dengan cara tersebut akan memberitahukan pada anak untuk mengetahui apa yang menjadi batasan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Anak akan tahu bahwa dia hanya diperbolehkan membeli satu macam snack saja, bukan diperbolehkan membeli es krim atau mainan yang diinginkannya.

Itulah beberapa cara efektif yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak tantrum di tempat umum. Semoga bermanfaat.

Frequently Asked Questions

Apa yang menyebabkan anak tantrum?

Penyebab umum dari amukan dan teriakan (tantrum) pada anak adalah karena mereka merasa lapar, lelah, frustrasi, tak senang, cedera hingga menderita sebuah penyakit. Lakukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dan hindari berteriak serta berdebat di depan anak.

Mengapa anak-anak bisa mengamuk di depan umum?

Mengamuk atau yang dikenal dengan tantrum merupakan hal yang normal terjadi pada tumbuh kembang balita dan anak-anak. Teriakan, tangisan dan tendangan menjadi bagian tumbuh kembang anak yang normal yang memungkinkan anak-anak untuk bisa memberitahukan rasa tidak senang atau frustrasi mereka pada sebuah respons atau peristiwa.

Apakah anak yang tantrum termasuk mempunyai gangguan emosional?

Salah satu gangguan emosional yang paling sering muncul dan dialami anak-anak Adalah luapan emosi yang tak terkendali dan meledak-ledak yang sering dikenal dengan temper tantrum. Biasanya hal tersebut terjadi pada anak yang mempunyai energi berlimpah serta aktif secara fisik.

Bagaimana cara efektif tangani anak yang berteriak di depan umum?

Seringkali orang tua merasa harus bisa tampil beda sehingga melakukan sesuatu yang berbeda ketika anak sedang berteriak di depan umum. Namun perlu diingat bahwa itu hanyalah amukan anak yang hanya terjadi di tempat umum, tangani seperti Anda melakukannya di rumah. Anda bisa menurunkan diri pada level anak, ungkapkan emosi dengan kata-kata lembut, usap punggung mereka atau bisa juga dengan membiarkan mereka menikmati setiap momen tantrum anak.

Apakah boleh memarahi anak di depan umum?

Sebaiknya hindari memarahi anak di depan umum, meski bertujuan untuk mendisiplinkan anak namun hal tersebut bisa membuatnya merasa dipermalukan. Ketika anak merasa dipermalukan di depan umum, maka bisa berdampak buruk pada kesehatan emosional mereka. Ajarkan disiplin dengan cara menjelaskan pada anak-anak dan lakukan komunikasi dengan benar pada anak.

Read more
August 11, 2025

Perjuangan Menidurkan Anak Setiap Malam: Cerita dan Solusi yang Terbukti Efektif

Cerita by Maureen0 comments

Pengalaman menidurkan anak setiap malam dengan nyenyak hingga pagi hari bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak sekali cerita parenting anak tidur malam yang alami kesulitan karena anak mereka seringkali terbangun di malam hari kemudian sulit untuk kembali tidur. Kondisi tersebut tentunya sangat melelahkan dan mengkhawatirkan untuk orang tua.

Membangun Rutinitas Tidur Malam Bersama Anak

Malam hari menjadi waktu yang dinanti untuk bisa beristirahat dengan tenang. Apalagi jika anak sudah tidur, rasanya tenang dan kita pun bisa ikut beristirahat atau menyelesaikan pekerjaan yang tertunda sebelumnya.

Ada banyak cerita parenting anak tidur malam di mana banyak anak-anak mempunyai kebiasaan tidur larut malam. Bukan hanya dikarenakan mereka belum mengantuk, anak susah tidur atau belum ingin tidur saja, namun juga karena ikut kebiasaan orang tua. Padahal menurut penelitian, anak-anak yang terbiasa tidur lebih awal diketahui mempunyai kualitas kesehatan yang lebih baik, begitu juga dengan kesehatan mental sang ibu.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anak menjadi sulit tidur malam, diantaranya adalah:

  • Anak tidak mempunyai jam tidur yang konsisten diterapkan setiap hari
  • Terlalu banyak mendapatkan stimulasi seperti menonton TV, bermain gadget atau terlalu aktif bermain sebelum waktu tidur
  • Adanya rasa cemas ketika berpisah atau tak bersama dengan orang tua
  • Anak belum merasa lelah secara fisik karena tak banyak beraktivitas di hari tersebut
  • Anak mengonsumsi makanan manis atau makanan berat sebelum waktu tidur

Nah jika anak belum terbiasa untuk tidur malam lebih awal, yuk mulai biasakan sejak sekarang. Anda bisa memulainya dengan membangun rutinitas sebelum tidur malam yang nyaman dan konsisten.

Langkah Sederhana untuk Membuat Anak Mempunyai Pola Tidur yang Sehat

Menurut cerita parenting anak tidur malam, diketahui bahwa anak yang mempunyai pola tidur yang baik akan bangun pagi dengan kondisi yang lebih fresh, lebih fokus dan mempunyai emosi yang lebih stabil. Hal tersebut dikarenakan kualitas tidur anak terjaga dengan baik yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak di kemudian hari. Berikut adalah beberapa langkah yang sederhana namun cukup efektif untuk membuat anak mempunyai pola tidur yang sehat dan bagus:

Tetapkan jam tidur secara konsisten

Usia anak-anak membutuhkan waktu tidur sekitar 10-13 jam setiap malamnya sesuai dengan usianya. Pastikan untuk menetapkan jam tidur anak setiap malam secara konsisten, misalnya pukul 19.30 untuk membantu jam biologis bekerja sesuai dengan rutinitas malam anak. Adanya keteraturan dan disiplin dalam menetapkan jam tidur akan membantu anak jadi lebih mudah mengantuk serta bisa tidur malam dengan nyenyak hingga pagi.

Lakukan ritual tidur malam

Usahakan juga secara konsisten melakukan ritual sebelum tidur malam bersama anak. Anda bisa melakukan ritual tidur malam sekitar 30-60 menit sebelum waktu tidur dengan melakukan berbagai kegiatan untuk mengantarkan anak tidur. Adapun beberapa ritual tidur malam yang bisa dilakukan sesuai beberapa pengalaman ibu muda diantaranya adalah:

  • Mandi dengan air hangat
  • Menyikat gigi
  • Memakaikan anak piyama atau baju tidur
  • Membacakan buku cerita
  • Pastikan suasana kamar nyaman dan tenang
  • Redupkan lampu agar anak bisa tidur dengan nyenyak

Seperti yang dituturkan dalam cerita parenting anak tidur malam, ritual sebelum tidur malam tersebut akan membantu anak untuk mengenal konsep siang dan malam, terutama jika anak masih berusia balita. Dia tahu bahwa siang hari adalah waktunya beraktivitas, sedangkan malam hari adalah waktunya untuk tidur. Suasana kamar yang redup dan tenang akan memberitahukan pada anak bahwa itu waktunya beristirahat, yang secara otomatis membantu pikiran dan tubuh anak untuk bersiap masuk pada mode tidur.

Agar anak merasa lebih nyaman, Anda juga bisa mengajak anak untuk ikut terlibat dalam ritual tidur malam yang akan dilakukannya. Seperti misalnya dengan memilih baju tidur yang disukainya, memilih buku cerita yang diinginkannya atau memilih boneka yang akan menemaninya tidur malam. Dengan begitu, Anda sudah memberikan motivasi tersendiri untuk anak dalam menjalankan ritual tidur malam dengan rasa antusias.

 Hindari bermain gadget sebelum tidur

Sebenarnya bukan hanya gadget saja, namun semua jenis layar baik gadget, TV atau layar apa pun yang memiliki cahaya biru sebaiknya dihindari sebelum waktu tidur anak. Karena sinar cahaya biru bisa menghambat produksi melatonin (hormon tidur) yaitu sebuah hormon yang akan merangsang anak untuk mengantuk. Sebisa mungkin jauhkan perangkat elektronik dari kamar anak dan ganti dengan melakukan kegiatan ritual sebelum tidur yang tenang.

Temani anak hingga tidur nyenyak

Dalam cerita parenting anak tidur malam disebutkan, pada awalnya mungkin akan terasa sangat melelahkan, karena menunggu anak hingga tertidur tanpa membuat kita sendiri ikut tertidur bukanlah hal yang mudah. Namun percayalah, seiring berjalannya waktu, Anda akan melihat anak akan dengan mudahnya tertidur karena sudah mempunyai pola tidur yang sehat. Cara menenangkan anak yang efektif adalah dengan tetap tenang dan tunjukkan bahwa Anda tetap akan berada di kamar anak hingga mereka tertidur dengan nyenyak.

Pastikan anak aktif di siang hari

Anak mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari umumnya karena di siang hari tidak melakukan aktivitas fisik yang membuat badannya lelah. Padahal menurut penelitian, anak-anak yang cenderung aktif bergerak di siang hari justru bisa tidur lebih nyenyak di malam hari.

Aktivitas di siang hari bukan hanya penting untuk membantu anak bisa tidur lebih cepat dan nyenyak, namun juga penting untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Anda bisa mengajak anak untuk bermain di luar rumah, melakukan olahraga ringan hingga jalan-jalan bersama keluarga.

Demikian ulasan singkat tentang cara efektif untuk membantu anak bisa tidur nyenyak di malam hari yang dirangkum dari berbagai cerita parenting anak tidur malam. Memiliki rutinitas tidur yang konsisten dan menenangkan, jadwal tidur anak yang tetap setiap malamnya dan lingkungan tidur yang mendukung akan membantu anak mempunyai pola tidur yang sehat yang bermanfaat untuk masa depannya kelak.

Frequently Asked Questions

Mengapa ritual sebelum tidur menjadi penting untuk anak kecil?

Kegiatan yang dilakukan sebelum anak tidur menjadi satu rangkaian kegiatan rutin yang sebaiknya secara konsisten dilakukan sebelum tidur malam. Rutinitas tersebut bisa menjadi kebiasaan yang secara tidak langsung memberikan rasa aman pada anak dan mengajari mereka cara untuk tidur sendiri.

Bagaimana cara mudah menidurkan anak-anak?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menidurkan anak dengan mudah agar bisa nyenyak dan tak rewel, khususnya setelah anak usia 2 tahun yang baru lepas dari ASI.

  • Pastikan anak kenyang sebelum tidur
  • Usahakan anak mempunyai rutinitas sebelum tidur seperti misalnya membaca buku cerita dan berdoa
  • Buat jadwal tidur yang konsisten dan teratur
  • Pastikan kamar mempunyai suasana yang nyaman untuk anak tidur

Apa yang menyebabkan anak kesulitan tidur malam?

Ada berbagai penyebab yang membuat anak alami kesulitan untuk tidur malam, diantaranya Adalah karena pola tidur yang tak tepat, anak mengalami stres karena masalah sekolah, pertemanan dan keluarga. Atau bisa jadi juga dikarenakan terlalu lama bermain game.

Mengapa anak saya sangat sulit untuk ditidurkan?

Jika Anda berusaha menidurkan anak ketika mereka tak merasa lelah, maka bisa meningkatkan adanya kesulitan untuk tidur. Maka, untuk beberapa anak sebaiknya bisa dimulai dengan melakukan pengaturan waktu tidur pada waktu biasanya mereka bisa tertidur dan secara bertahap menjadikan waktu tidur lebih awal.

Jenis kegiatan apa saja yang direkomendasikan untuk dilakukan sebelum anak tidur?

Ada beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan untuk membuat anak bisa tidur nyenyak diantaranya membaca buku, pastikan anak menggunakan baju yang nyaman, minum susu atau air putih hangat, mandi air hangat dan usahakan untuk mematikan gadget.

Read more
August 11, 2025

Drama Toilet Training: Cerita Jujur Ibu Muda dan Tips yang Bekerja

Cerita by Maureen0 comments

Cerita toilet training anak satu dengan lainnya pasti berbeda, namun yang penting dan perlu digaris bawahi adalah bahwa toilet training perlu diajarkan dan dibiasakan bukan sesuatu hal yang berlangsung secara alamiah. Banyak orang tua, khususnya kaum ibu yang masih maju mundur ketika dihadapkan pada fase toilet training pada anak. Sebenarnya bukan karena anak belum siap, namun lebih pada alasan orang tua yang belum siap dengan segala konsekuensinya.

Cerita Jujur Ibu Muda Tentang Pengalaman Toilet Training Anak

Cerita toilet training anak mungkin belum pernah didengar oleh kaum ibu zaman dahulu, meski mereka sebenarnya sudah mempraktikkannya pada anak-anak mereka. Hanya saja teori dan praktiknya seiring berkembangnya zaman semakin berbeda. Jika dahulu untuk mengajarkan anak bisa buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) secara mandiri di toilet tak perlu banyak perintilan, sekarang ada banyak alat yang diciptakan untuk mendukung proses tersebut.

Sebenarnya perlu atau tidaknya perintilan pendukung proses toilet training tergantung persiapan yang dilakukan oleh sang ibu. Karena yang akan bergulat dan terlibat langsung dengan proses toilet training adalah ibu. Bahkan ibu yang bekerja sekalipun wajib terlibat dengan aktivitas tersebut, karena di malam hari anak tetap butuh BAK dan BAB bukan?

Ada beberapa hal yang bisa dicatat dari berbagai pengalaman toilet training para ibu dalam melalui cerita toilet training anak bersama anak-anaknya, yaitu:

Lakukan saat anak sudah siap

Jika anak sudah menunjukkan adanya kesiapan secara fisik maupun emosional, maka segera lakukan persiapan awal melakukan toilet training. Tanda yang diperlihatkan diantaranya adalah anak sudah bisa duduk di toilet duduk atau jongkok di toilet jongkok. Tanda kesiapan lainnya adalah ketika anak sudah bisa menahan atau mengendalikan rasa ingin BAK atau BAB hingga sudah berada di toilet.

Anak juga terlihat sudah siap untuk melakukan toilet training jika sudah bisa melepas baju atau celananya saat ingin BAK atau BAB. Sedangkan untuk kesiapan secara emosional ditunjukkan ketika anak sudah bisa mengatakan bahwa dia ingin BAK atau BAB pada orang tuanya.

Siapkan diri dan lingkungan

Sangat penting untuk mempersiapkan diri dan lingkungan sekitar sebelum mulai melakukan toilet training pada anak. Beritahukan pada orang serumah bahwa Anda akan menerapkan toilet training pada anak sehingga mereka pun sudah siap dengan segala konsekuensinya. Pastikan diri sudah siap dan bisa konsisten untuk bersabar serta ikhlas melatih anak toilet training karena merupakan salah satu tantangan mengasuh balita.

Hindari mempunyai harapan terlalu tinggi, seperti misalnya berharap hanya dengan 1 atau 2 hari latihan, kemudian anak sudah paham dan pintar pergi ke toilet sendiri. Selain itu, penting untuk diingat bahwa cerita toilet training anak berbeda-beda bahkan ada yang unik. Maka berhenti membandingkan prosesnya dengan proses toilet training yang pernah Anda dengar.

Briefing anak

Anda bisa memberikan pemahaman pada anak tentang pentingnya kemampuan toilet training pada anak sehingga tidak menyebabkan anak takut ke toilet. Beritahukan pada anak tentang bagaimana cara BAK dan BAB yang baik, yaitu dengan melakukannya di toilet kamar mandi. Anda bisa membacakannya buku cerita bergambar yang mengajarkan tentang proses toilet training pada anak.

Selain itu juga bisa mengenalkan pada anak mengenai beberapa tanda jika kita ingin BAK atau BAB. Seperti misalnya diawali dengan sakit perut maka ibu bisa menunjukkan ekspresi sakit pada perut karena mau BAK atau BAB yang kemudian diikuti dengan langsung pergi ke toilet kamar mandi. Kenalkan juga tentang bagaimana cara jongkok atau duduk yang baik di toilet serta cara membersihkan diri serta lingkungan setelah selesai BAK dan BAB.

Catat jadwal BAK dan BAB anak

Pahami dan catat dengan benar jadwal BAK serta BAB anak, penting juga disertai dengan beberapa tanda khas yang dimiliki anak jika ingin BAK atau BAB. Beritahukan pada pengasuh atau nenek yang menjaganya jika Anda harus bekerja di siang hari sehingga bisa memastikan mereka langsung mengajaknya ke toilet sesuai jadwal tersebut. Sangat penting untuk bisa menjaga konsistensi antara yang dilakukan ibu dengan pengasuh sehingga anak tak bingung dengan proses toilet training yang dilaluinya dan bisa menjadi tips lepas popok.

Berikan apresiasi

Anda bisa membelikannya stiker bintang untuk merayakan keberhasilannya dalam menjalankan toilet training. Namun beberapa ibu dalam cerita toilet training anak memilih untuk memberikan pujian secara langsung pada perilaku baik anak karena bisa memberikan terapi yang lebih baik pada anak.

Pujian secara langsung pada perilaku anak, misalnya “Wah, anak mama sudah pinter ya, bisa pipis di kamar mandi, pup di toilet, jadi sudah gak pakai diapers lagi ya”. Atau bisa juga dengan memberikan pujian ketika anak sudah bisa menjaga kebersihan dengan melakukan BAK dan BAB di kamar mandi.

Itulah beberapa cara efektif yang bisa Anda lakukan untuk proses toilet training anak, sesuai dengan beberapa pengalaman serta cerita toilet training anak. Semoga efektif dan berhasil terutama untuk ibu yang bekerja. Selamat mencoba.

Frequently Asked Questions

Berapa lama usaha toilet training bisa berhasil?

Umumnya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan toilet training pada anak berbeda-beda, namun biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 hingga 6 bulan lamanya sampai anak benar-benar siap menggunakan toilet sendiri. Adapun upaya toilet training pada anak dikatakan berhasil jika anak sudah bisa buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet tanpa mendapatkan bantuan orang dewasa serta berhasil tak mengompol.

Bagaimana cara melakukan toilet training?

Di bawah ini Adalah beberapa langkah untuk mengajarkan anak toilet training dengan tepat yaitu:

– Jelaskan pada anak mengenai konsep buang air di toilet

– Gunakan dudukan toilet yang nyaman dan aman untuk anak

– Contohkan dan langsung praktikkan tentang cara menggunakan toilet dengan benar

– Biasakan anak untuk bisa pergi ke toilet pada waktu tertentu, terutama ketika sedang ingin BAK atau BAB

– Ajarkan pada anak untuk tetap menjaga dan memperhatikan kebersihan diri dan area toilet ketika buang air

Toilet training sebaiknya dimulai pada anak usia berapa?

Toilet training sebaiknya dimulai ketika anak sudah menunjukkan adanya tanda kesiapan fisik dan emosional, yaitu pada rentang usia 18 bulan hingga 3 tahun. Meski begitu, tak ada patokan usia yang ideal untuk menjalankan toilet training karena perkembangan setiap anak berbeda-beda.

Apa yang terjadi jika anak dipaksa untuk melakukan toilet training?

Pada anak yang melakukan toilet training dengan terpaksa atau belum pada waktu dirinya menunjukkan kesiapan fisik dan emosional maka bisa berakibat proses tersebut menjadikan mereka stres bukan hanya pada anak namun juga orang tua. Metode yang terlalu keras dengan memaksakan anak bisa memicu adanya tekanan emosional dan mengganggu hubungan harmonis antara anak dengan orang tua.

Apa tujuan utama dilakukannya toilet training?

Toilet training adalah sebuah proses yang dilakukan dengan tujuan untuk melatih anak agar bisa buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) secara mandiri di toilet tanpa bergantung pada bantuan orang dewasa ataupun penggunaan popok.

Read more

Posts navigation

Newer posts

Update Terbaru

  • Pengalaman Menjelajahi Rasa Unik Makanan Khas Nusantara
  • Pengalaman Membeli Mobil di Showroom Mobil Hyundai Batam
  • Cerita Industri Supplier Cutting Tools Jakarta
  • Kisah Inspiratif Tantangan Membangun Infrastruktur Modern
  • Pengalaman Berharga Memilih Pagar BRC Berkualitas

Navigasi

  • Home
  • Cerita
  • Food & Travel
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Contact
Proudly powered by WordPress | Theme: Esfahan by OptimaThemes.